Ariyanto  
 
  Aborsi 11/22/2017 10:42am (UTC)
   
 
Blog Entry ABORSI Feb 25, '09 1:32 PM
for everyone
STOP ABORSI!!!!!!!!!!!
CONTOH ABORSI (presentasi)
By: Jill Valentine

Berikut ini adalah gambaran mengenai apa yang terjadi didalam suatu proses
aborsi:





Pada kehamilan muda (dibawah 1 bulan)
Pada kehamilan muda, dimana usia janin masih sangat kecil, aborsi dilakukan
dengan cara menggunakan alat penghisap (suction). Sang anak yang masih
sangat lembut langsung terhisap dan hancur berantakan. Saat dikeluarkan,
dapat dilihat cairan merah berupa gumpalan-gumpalan darah dari janin yang
baru dibunuh tersebut.


Pada kehamilan lebih lanjut (1-3 bulan)
Pada tahap ini, dimana janin baru berusia sekitar beberapa minggu,
bagian-bagian tubuhnya mulai terbentuk. Aborsi dilakukan dengan cara menusuk
anak tersebut kemudian bagian-bagian tubuhnya dipotong-potong dengan
menggunakan
semacam tang khusus untuk aborsi (cunam abortus). Anak dalam kandungan itu
diraih dengan menggunakan tang tersebut, dengan cara menusuk bagian manapun
yang bisa tercapai. Bisa lambung, pinggang, bahu atau leher. Kemudian
setelah
ditusuk, dihancurkan bagian-bagian tubuhnya.. Tulang-tulangnya di remukkan
dan seluruh bagian tubuhnya disobek-sobek menjadi bagian kecil-kecil agar
mudah dikeluarkan dari kandungan.

Dalam klinik aborsi, bisa dilihat potongan-potongan bayi yang dihancurkan
ini. Ada potongan tangan, potongan kaki, potongan kepala dan bagian-bagian
tubuh lain yang mungil. Anak tak berdosa yang masih sedemikian kecil telah
dibunuh dengan cara yang paling mengerikan.
 
Aborsi pada kehamilan lanjutan (3 sampai 6 bulan)
Pada tahap ini, bayi sudah semakin besar dan bagian-bagian tubuhnya sudah
terlihat jelas. Jantungnya sudah berdetak, tangannya sudah bisa menggenggam.
Tubuhnya sudah bisa merasakan sakit, karena jaringan syarafnya sudah
terbentuk
dengan baik.

Aborsi dilakukan dengan terlebih dahulu membunuh bayi ini sebelum
dikeluarkan. Pertama, diberikan suntikan maut (saline) yang langsung
dimasukkan kedalam ketuban bayi. Cairan ini akan membakar kulit bayi
tersebut secara perlahan-lahan, menyesakkan pernafasannya dan akhirnya
setelah menderita selama berjam-jam sampai satu hari bayi itu
akhirnya meninggal. Selama proses ini dilakukan, bayi akan berontak, mencoba
berteriak dan jantungnya berdetak
keras. Aborsi bukan saja merupakan pembunuhan, tetapi pembunuhan secara amat
keji. Setiap wanita harus sadar mengenai hal ini.

Aborsi pada kehamilan besar (6 sampai 9 bulan)
Pada tahap ini, bayi sudah sangat jelas terbentuk. Wajahnya sudah kelihatan,
termasuk mata, hidung, bibir dan telinganya yang mungil. Jari-jarinya juga
sudah menjadi lebih jelas dan otaknya sudah berfungsi baik. Untuk kasus
seperti ini, proses aborsi dilakukan dengan cara mengeluarkan bayi tersebut
hidup-hidup, kemudian dibunuh. Cara membunuhnya mudah saja, biasanya
langsung dilemparkan ke tempat sampah, ditenggelamkan kedalam air atau
dipukul kepalanya hingga pecah. Sehingga tangisannya berhenti dan pekerjaan
aborsi itu selesai. Selesai dengan tuntas hanya saja darah bayi itu yang
akan mengingatkan orang-orang yang terlibat didalam aborsi ini bahwa
pembunuhan keji
telah terjadi.

Semua proses ini seringkali tidak disadari oleh para wanita calon ibu yang
melakukan aborsi.. Mereka merasa bahwa aborsi itu cepat dan tidak sakit,
mereka tidak sadar karena dibawah pengaruh obat bius. Mereka bisa segera
pulang tidak lama setelah aborsi dilakukan.

Benar, bagi sang wanita, proses aborsi cepat dan tidak sakit. Tapi bagi
bayi, itu adalah proses yang sangat mengerikan, menyakitkan, dan benar-benar
tidak manusiawi. Kematian bayi yang tidak berdosa itu tidak disaksikan
oleh sang calon ibu. Seorang wanita yang kelak menjadi ibu yang seharusnya
memeluk dan menggendong bayinya, telah menjadi algojo bagi anaknya sendiri.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  Advertisement
Today, there have been 2 visitors (10 hits) on this page!
=> Do you also want a homepage for free? Then click here! <=